Sabtu, 20 April 2013

My Second Life


Tepat 7 tahun yang lalu, peristiwa yang tak akan pernah aku lupakan…. Setelah menunggu hampir 3 tahun, Alhamdulillah…. Allah percayakankepada kami amanah yang sangat ditunggu-tunggu.

Selama kehamilan, aku merasakan sama seperti kebanyakan ibu hamil lainnya. Merasakan masa-masa ‘mabok’ selama sekitar 4 bulan. Selebihnya, sangat menikmati kehamilan dan siap menyambut kelahiran si jabang bayi ke muka bumi ini. Tiap bulan memeriksakan kehamilan dan tidak ada ‘keanehan’, semua terlihat baik-baik saja. Sampai akhirnya seminggu sebelum prediksi kelahiran, aku memeriksakan kehamilan.

Selasa, 27 November 2012

Rezpect for All


Rezpect....
Satu kata ribuan makna
Rezpect sebagai bentuk aksi nyata, bukan sekedar kata
Terlebih hanya sebagai symbol dan kebanggaan
Kepedulian dibangun dari dalam diri sendiri
Seberapa peka kita terhadap yang ada di sekeliling kita
Me-rezpect diri, keluarga, teman, atau bahkan terhadap orang yang belum kita kenal
Rezpect kita akan teruji saat orang lain tak lagi sejalan dengan kita
Saat rezpect kita tak berbalas...

Kamis, 14 Juni 2012

Pusara Hati

Menatap jauh kedalam lubuk hati
Merasakan keheningan jiwa, menikmati kedamaian hati
Sejenak berada di tepi harapan pada dimensi waktu

Entah...
Apa masih ada kata yang tepat untuk satu rasa dalam jiwa ini?
Adakah makna dari tiap langkah, kata, rasa, gerak yang telah ku ukir untukmu?
Meski lelah namun rotasi jiwa ini tak hendak berhenti
Tertatih, tersungkur, bahkan tak mampu lagi menggapaimu
Sesekali kau menoleh tersenyum, dan selebihnya kau diam membisu
Gemetar tak kuasa tangan ini saat menorehkan untai kata untuk kisah yang akan kukenang
Dan kau diam seakan tak peduli

Kau tidak tahu betapa sulit luka ini kusembuhkan
Kau tidak tahu saat – saat ku terpuruk karena sikapmu
Bahkan kau pun tak pernah tahu ada bening airmata terjatuh
Untuk itu semua.... aku tidak akan berhenti
Tetap menguntai kata, walau lidahku kelu
Tetap melangkah, walau tertatih
Tetap memberi rasa, walau tersakiti
Tetap tersenyum, walau kau menatapku kosong

semua akan berhenti saat ku menemui Rabb-ku
saat ku tak mampu lagi iringi langkahmu
saat kau harus terus melangkah tanpaku
satu pintaku...
hiasi pusaraku dengan sekuntum mawar segar nan indah
yang akan menemani perjalanan abadiku

dan kisah ini ‘kan terukir indah di pusara hatiku...

Kamis, 31 Mei 2012

Taman Hatiku...


Aku akan ajak kau jalan-jalan dan mengunjungi Taman Hatiku...
Lihatlah,  di taman ini hanya ku tanami bunga Mawar...
Beragam warna Mawar ada di taman ini
Ku yakin tiap warna ini akan mampu mewakili rona perasaan mu..
bahkan warna Mawar ku dapat mencerminkan sebagian kepribadianmu...
indah bukan..??

kau akan jumpai kupu-kupu yang sesekali datang dan hinggap pada Mawarku...
dan setelah itu, ia pergi untuk hinggap pada bunga lain di taman yang berbeda...
Mawar di taman hatiku sangat mengagumkan...
Ia mempesona siapapun yang melihatnya...
Keindahannya membuat siapa pun ingin memilikinya...
Tapi ku beritahu untuk kau berhati-hati...
karena keindahan Mawar seringkali cukup hanya untuk dilihat dan dikagumi...
bukan dengan memetik dan memilikinya...
ia memiliki duri yang jika kau salah memperlakukannya, maka duri itu dapat melukai tanganmu...
ya,... itu cara dia melindungi dirinya...
meski Mawar pernah terluka oleh durinya sendiri...

Mawarku senantiasa tumbuh, kuncup, dan kemudian merekah indah...
Walau  hujan seringkali  membuatnya terlihat rapuh, tp ia tetap tegar...
Kadang pula terlihat layu pada siklus putaran waktu,...
namun Mawarku tetap mampu menebar keharuman di tiap relung hati pengagumnya...

Taman hatiku..
di Taman inilah aku senantiasa menepi...


SK_Wardah 7/3/12

Kamis, 24 Mei 2012

Mawar Berduri


Saatnya Mawar menajamkan Duri....
persembahan ‘terindah’ bagi yang tersakiti...
meski keterpaksaanlah akhirnya ia memulai...
menyapa kupu-kupu yang singgah dengan duri...
tak ada yang boleh bermain-main...
karena permainan ini hanya ‘kan menjadi bumerang untukmu...

tak ada yang bisa mempermainkannya...
karena Mawar bukan sepah yang mudah dibuang...
bukan kulit kacang yang mudah dilupakan...
karena Mawar tak akan diam...
ia kan bertindak...


Senin, 30 April 2012

Berhenti tanpa akhir....


Mulutku terkunci, lidahku kelu tak kuasa ‘tuk berkata...
Namun kau pasti akan dapatkan seluruh kata itu dari tatapanku...
Ku jabarkan semua kata demi kata dan ku jawab semua tanya mu...
Karena tak semua dapat ku ungkap dengan bicara...

Bentangan kisah yang kau mulai kini harus terhenti tanpa akhir...
Lelah dan tak kuasa lagi melanjutkan alur cerita ini...
Membiarkannya tak terbendung melewati batas ia mengalir...
Cukup kisah ini  menggoreskan tinta emasnya untuk mengukir mimpi sampai disini...

Kembali menjadi karang yang kokoh meski senantiasa terkena hempasan ombak
Walau perih karena akan terkikis air laut...
Namun tak kan ada yang tahu saat ombak menghempasnya saat itu juga air matanya mengalir...
Atau saat gemuruh suara ombak menyapa, saat itu pula ia berteriak...
Dan disaat heningnya malam hanya terdengar hembusan angin, maka saat itu  hatinya jauh lebih sunyi...

Mawarku layu saat kuncup nya belum lagi sempurna merekah...
Meski wangi tlah memenuhi satu relung hati untuknya...


Jumat, 27 April 2012

Caraku...


Dialog kita kau mulai dengan pertanyaan “Bagaimana?”...
Ku jawab, “dengan caraku..”

Ya...cara yang mungkin tidak sama dengan yang lain...
Jika kurasa perlu ku habiskan hari dengan menangis, akan ku lakukan...
Jika aku ingin berlari sekencang-kencangnya hingga tak tersisa lagi tenaga ‘tuk sekedar mengatur irama nafasku, bisa ku lakukan..
Mungkin juga caraku dengan berteriak di tepi pantai bersahutan dengan suara ombak, itu pun mampu kulakukan...
Atau aku lebih memilih berkhalwat dengan Rabb-ku mengadukan kesah di jiwa, ku pastikan itu dapat kulakukan...

Semua ku lakukan dengan cara ku....
Tak perlu kau sodorkan cara mu...
Karena aku kan mampu lakukan dengan cara ku... 
bukan cara mu...