
Menatap jauh kedalam lubuk hati
Merasakan keheningan jiwa, menikmati kedamaian hati
Sejenak berada di tepi harapan pada dimensi waktu
Entah...
Apa masih ada kata yang tepat untuk satu rasa dalam jiwa ini?
Adakah makna dari tiap langkah, kata, rasa, gerak yang telah ku ukir untukmu?
Meski lelah namun rotasi jiwa ini tak hendak berhenti
Tertatih, tersungkur, bahkan tak mampu lagi menggapaimu
Sesekali kau menoleh tersenyum, dan selebihnya kau diam membisu
Gemetar tak kuasa tangan ini saat menorehkan untai kata untuk kisah yang akan kukenang
Dan kau diam seakan tak peduli
Kau tidak tahu betapa sulit luka ini kusembuhkan
Kau tidak tahu saat – saat ku terpuruk karena sikapmu
Bahkan kau pun tak pernah tahu ada bening airmata terjatuh
Untuk itu semua.... aku tidak akan berhenti
Tetap menguntai kata, walau lidahku kelu
Tetap melangkah, walau tertatih
Tetap memberi rasa, walau tersakiti
Tetap tersenyum, walau kau menatapku kosong
semua akan berhenti saat ku menemui Rabb-ku
saat ku tak mampu lagi iringi langkahmu
saat kau harus terus melangkah tanpaku
satu pintaku...
hiasi pusaraku dengan sekuntum mawar segar nan indah
yang akan menemani perjalanan abadiku
dan kisah ini ‘kan terukir indah di pusara hatiku...